Pendidikan Mendesak, Mahasiswa Bergerak: Gelombang Baru Tuntutan Reformasi Sistem
Lagi-lagi, suara lantang dari jantung kampus bergema di jalan-jalan. Mahasiswa kembali turun, bukan sekadar protes biasa, melainkan membawa amanat besar: menuntut reformasi menyeluruh pada sistem pendidikan nasional. Ini bukan kali pertama, namun gelombang kali ini terasa lebih mendesak, didorong oleh akumulasi persoalan yang dirasa tak kunjung usai.
Mengapa Sekarang? Akar Keresahan Mahasiswa
Keresahan mahasiswa bersumber dari beberapa poin krusial. Pertama, biaya pendidikan yang melambung tinggi (UKT) seringkali tidak sebanding dengan kualitas atau fasilitas yang diterima, menciptakan beban berat bagi orang tua dan menghambat akses pendidikan bagi banyak calon mahasiswa. Kedua, kualitas pengajaran dan kurikulum yang dirasa kurang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman, membuat lulusan merasa tidak siap menghadapi tantangan global.
Selain itu, fasilitas penunjang pendidikan yang belum merata dan memadai, serta ancaman terhadap kebebasan akademik dan mimbar akademik di kampus, menjadi bara api kekecewaan yang kini membakar semangat mahasiswa untuk bertindak. Mereka merasa bahwa sistem pendidikan saat ini belum sepenuhnya berpihak pada kemajuan dan pemerataan.
Tuntutan Jelas: Perbaikan Sistemik, Bukan Parsial
Tuntutan utama mahasiswa jelas: peninjauan ulang kebijakan UKT yang memberatkan, perbaikan kualitas dosen dan metode pengajaran, penyelarasan kurikulum dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri, peningkatan anggaran untuk fasilitas pendidikan, serta jaminan penuh terhadap kebebasan mimbar akademik. Mereka tidak hanya menginginkan perbaikan parsial, melainkan perubahan struktural yang fundamental.
Aksi ini adalah refleksi dari harapan besar generasi muda akan masa depan pendidikan yang lebih baik. Mereka menyadari bahwa pendidikan adalah fondasi kemajuan sebuah bangsa. Jika fondasi rapuh, maka bangunan bangsa akan mudah goyah.
Suara Kampus, Cermin Masa Depan Bangsa
Gelombang aksi mahasiswa menuntut reformasi pendidikan adalah pengingat krusial bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Ini adalah panggilan untuk bertindak, demi menciptakan sistem pendidikan yang adil, berkualitas, dan relevan, yang mampu melahirkan generasi penerus yang kompeten dan berintegritas. Suara mahasiswa adalah cermin keresahan dan harapan, dan patut didengar serta ditindaklanjuti demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.
